Nama : Zunalia
Kelas : Komunikasi .A
Tugas : Jurnalistik Oneline
“Uang
tidak menjadi penghalang untuk mengejar impian”
Kisah yang saya ceritakan ini adalah
Kisah yang menarik bagi saya dan bisa menginspirasi diri saya, teman-teman yang
di kelas ini dan untuk orang yang berada di sekeliling kita. Kisah ini saya
ambil dari seorang mahasiswi jurusan sejarah semester 2 Universitas Negeri
Gorontalo.
Jantik
adalah Seorang Mahasiswi Jurusan Sejarah Semester 2, Jantik berasal dari
desa Tana Kuraya Kec. Bungku Kab. Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.
Awalnya jantik tidak pernah berpikir
untuk kuliah karena mengingat orang tuanya yang tidak mampu membiayai
perkuliahannya dan dia bersyukur masih bisa bersekolah di Madrasah aliyah. Semasa sekolah dia tidak berpikir untuk kuliah dan walaupun
tidak berpikir untuk kuliah karena factor keluarga tidak mampu tapi jantik
masih berharap kedepan, harapan yang di pendamnya bisa tercapai terutama bisa
membahagiakan ke dua orang tuanya.
Sewaktu Masih Sekolah Di Madrasah
Aliyah Darul Hikmah Al- Hairat Bungku Utara, jantik di uruskan bidik misi oleh
kepala sekolahnya dan dia mengambil dua kampus yaitu kampus tadulako palu dan
kampus UNG dan alhamndulillah jantik lulus bidik misi di Universitas Negeri
Gorontalo.
Setelah dia tahu lulus bidik misi dia
langsung datang di gorontalo dan dia di gorontalo tidak mempunyai keluarga,
namun ada sahabat kakaknya yang membantunya di dalam mengurus segala keperluan
di dalam perkuliahan.
Jantik adalah seorang anak yang polos,
hidupnya hanya di desa dan sekarang harus menjalani kehidupan yang berbeda,
yang di jalaninya hanya seorang diri tanpa ada adanya orang tua di sampingnya,
dia tidak mengenal yang namanya putus asa dia terus berjuang di dalam mengurus
segala keperluan di dalam perkuliahannya, walaupun begitu dia tetap merasa
senang karena sudah bisa kuliah walaupun orang tuanya tidak mampu dan untuk
kuliah saja dia tidak pernah terpikir di benaknya.
Tanpa terasa perkuliahan yang jantik
lewati sudah 1 semester dan biaya kehidupan sehari-hari hanya tergantung pada
uang bidik misi yang di terimanya setiap bulan. Tetapi walaupun begitu jantik
sudah sangat bersyukur karena bisa kuliah yang dulunya tidak pernah terlintas
di pikirannya.
Susah senang sudah menjadi sahabat
karibnya sehari-hari, namun dengan masalah yang di alaminya jantik menjadi
semakin semangat di dalam mengikuti perkuliahan, tugas- tugas yang di berikan
oleh dosen selalu di kerjakannya dan tepat waktu karena dia mempunyai motivasi
yang kuat yang ada di dalam dirinya yaitu dia berpikir bahwa dia kuliah ini hanya
berkat adanya bidik misi dan bukan biaya dari orang tua.
Inilah
kisah yang bisa saya ceritakan dari seorang mahasiwi jurusan sejarah semester
2, dia berpikir bahwa jika kita bersungguh- sungguh di dalam ingin meraih sebuah
harapan maka di butuhkan pengorbanan dan kesiapan diri di dalam menghadapi setiap
masalah yang akan di hadapi. Dia juga berkata bahwa orang yang tidak mempunyai
uang bukan berarti tidak bisa kuliah tetapi dengan ketekunan dan kesabaran
yakinlah bahwa kita bisa juga kuliah seperti layaknya orang yang punya uang dan
yang bedannya orang-orang di sekitarku uang biaya kuliah dari orang tua sedangkan saya uang biaya
kuliah dari berkat adanya bidik misi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar