Senin, 18 Maret 2013

Kisah Inspirasiku



Nama : Zunalia
Kelas : Komunikasi .A
Tugas : Jurnalistik Oneline

Uang tidak menjadi penghalang untuk mengejar impian”
Kisah yang saya ceritakan ini adalah Kisah yang menarik bagi saya dan bisa menginspirasi diri saya, teman-teman yang di kelas ini dan untuk orang yang berada di sekeliling kita. Kisah ini saya ambil dari seorang mahasiswi jurusan sejarah semester 2 Universitas Negeri Gorontalo.
Jantik  adalah Seorang Mahasiswi Jurusan Sejarah Semester 2, Jantik berasal dari desa Tana Kuraya Kec. Bungku Kab. Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.
Awalnya jantik tidak pernah berpikir untuk kuliah karena mengingat orang tuanya yang tidak mampu membiayai perkuliahannya dan dia bersyukur masih bisa bersekolah di Madrasah aliyah.  Semasa sekolah  dia tidak berpikir untuk kuliah dan walaupun tidak berpikir untuk kuliah karena factor keluarga tidak mampu tapi jantik masih berharap kedepan, harapan yang di pendamnya bisa tercapai terutama bisa membahagiakan ke dua orang tuanya.
Sewaktu Masih Sekolah Di Madrasah Aliyah Darul Hikmah Al- Hairat Bungku Utara, jantik di uruskan bidik misi oleh kepala sekolahnya dan dia mengambil dua kampus yaitu kampus tadulako palu dan kampus UNG dan alhamndulillah jantik lulus bidik misi di Universitas Negeri Gorontalo.
Setelah dia tahu lulus bidik misi dia langsung datang di gorontalo dan dia di gorontalo tidak mempunyai keluarga, namun ada sahabat kakaknya yang membantunya di dalam mengurus segala keperluan di dalam perkuliahan.
Jantik adalah seorang anak yang polos, hidupnya hanya di desa dan sekarang harus menjalani kehidupan yang berbeda, yang di jalaninya hanya seorang diri tanpa ada adanya orang tua di sampingnya, dia tidak mengenal yang namanya putus asa dia terus berjuang di dalam mengurus segala keperluan di dalam perkuliahannya, walaupun begitu dia tetap merasa senang karena sudah bisa kuliah walaupun orang tuanya tidak mampu dan untuk kuliah saja dia tidak pernah terpikir di benaknya.
Tanpa terasa perkuliahan yang jantik lewati sudah 1 semester dan biaya kehidupan sehari-hari hanya tergantung pada uang bidik misi yang di terimanya setiap bulan. Tetapi walaupun begitu jantik sudah sangat bersyukur karena bisa kuliah yang dulunya tidak pernah terlintas di pikirannya.
Susah senang sudah menjadi sahabat karibnya sehari-hari, namun dengan masalah yang di alaminya jantik menjadi semakin semangat di dalam mengikuti perkuliahan, tugas- tugas yang di berikan oleh dosen selalu di kerjakannya dan tepat waktu karena dia mempunyai motivasi yang kuat yang ada di dalam dirinya yaitu dia berpikir bahwa dia kuliah ini hanya berkat adanya bidik misi dan bukan biaya dari orang tua.
            Inilah kisah yang bisa saya ceritakan dari seorang mahasiwi jurusan sejarah semester 2, dia berpikir bahwa jika kita bersungguh- sungguh di dalam ingin meraih sebuah harapan maka di butuhkan pengorbanan dan kesiapan diri di dalam menghadapi setiap masalah yang akan di hadapi. Dia juga berkata bahwa orang yang tidak mempunyai uang bukan berarti tidak bisa kuliah tetapi dengan ketekunan dan kesabaran yakinlah bahwa kita bisa juga kuliah seperti layaknya orang yang punya uang dan yang bedannya orang-orang di sekitarku uang biaya kuliah  dari orang tua sedangkan saya uang biaya kuliah dari berkat adanya bidik misi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar